Jumat, 17 Maret 2017
File
Merubah Nama File
Langkah Langkah
Klik kanan pada file tersebut, kemudian pilih rename
Klik file tersebut, tekan F2
Memanggil, Mengedit dan Menyimpan File
Untuk memanggil file dapat dilakukan dengan cara tulis nama file pada fungsi search
Lalu 2 kali klik
Jika ingin mengedit file dapat dilakukan dengan masuk kedalam program yang dapat mengedit file tersebut.
Untuk menyimpan file dapat dilakukan dengan cara pilih menu File -> klik Save, atau dengan kombinasi tombol Ctrl+S bisa juga dilakukan dengan menekan ikon disket ber warna biru dibagian atas
Menghapus File
Untuk menghapus file dapat dilakukan dengan cara: Klik Kanan pada File -> Delete Klik File dan tekan tombol Del atauShift+Del
Menyalin dan Memindahkan File
Untuk menyalin dan memindahkan file dapat dilakukan dengan cara berikut:
Klik kanan pada file, pilih Copy atau Cut dan pindahkan ketempat yang ditentukan
Pindahkan ke folder lain dengan cara mengklik kanan lalu pilih Paste
Shortcut:
Klik kiri pada file, tekan kombinasi Ctrl+C
untuk Copy atau Ctrl+X untuk Cut
kemudian tekan Ctrl+V untuk Paste pada tempat yang ditentukan
Mengenal Tipe File
Mengenal Tipe File
Jenis file dapat berupa data teks, file gambar, file grafik, file suara/lagu, file multimedia, video, dan lain-lain. File yang dihasilkan tersebut, tipenya bergantung dari program aplikasi yang dipakai untuk membuatnya. Masing-masing memiliki ekstensi file berbeda-beda. Di mana ekstensi suatu file terletak setelah nama file dengan dipisahkan oleh tanda titik.
Contoh tipe file dan ekstensinya adalah :
-Microsoft Word 2007, ekstensi file : .docx
-Microsoft Excel 2007, ekstensi file : .xlsx
- Microsoft Powerpoint 2007, ekstensi file : .pptx
-Adobe Photoshop, ekstensi file : .psd
-Corel Draw, ekstensi file : .cdr
-Executable, ekstensi file : .exe
-System file, ekstensi file : .sys
-Adobe Acrobat Reader, ekstensi file : .pdf
Jenis file dapat berupa data teks, file gambar, file grafik, file suara/lagu, file multimedia, video, dan lain-lain. File yang dihasilkan tersebut, tipenya bergantung dari program aplikasi yang dipakai untuk membuatnya. Masing-masing memiliki ekstensi file berbeda-beda. Di mana ekstensi suatu file terletak setelah nama file dengan dipisahkan oleh tanda titik.
Contoh tipe file dan ekstensinya adalah :
-Microsoft Word 2007, ekstensi file : .docx
-Microsoft Excel 2007, ekstensi file : .xlsx
- Microsoft Powerpoint 2007, ekstensi file : .pptx
-Adobe Photoshop, ekstensi file : .psd
-Corel Draw, ekstensi file : .cdr
-Executable, ekstensi file : .exe
-System file, ekstensi file : .sys
-Adobe Acrobat Reader, ekstensi file : .pdf
Drag and Drop
DRAG AND DROP
Drag and Drop adalah perintah menggunakan mouse dengan
cara menekan tombol kiri mouse tanpa dilepas, untuk kemudian mouse digerakkan
ke posisi tertentu dan lepaskan klik mouse tersebut.
Kegunaan dari perintah drag and drop adalah:
a a. Memindahkan
file yang disimpan melalui Windows Explorer
b b. Memperbesar
atau memperkecil objek atau gambar dalam program grafis
c c. Memunculkan
ikon yang terdapat pada toolbar
d d. Menggunakan
scroll bar pada program aplikasi
e e. Memindahkan
ikon yang terdapat pada deskop
Menu, Ikon, dan Shortcut
PERINTAH DALAM PROGRAM APLIKASI
Setiap program membutuhkan operator untuk menjalankannya. dalam menjalankan program terdapat
perintah-perintah yang berkaitan untuk mengerjakan sesuatu dalam program tersebut.
Perintah-perintah yang sering dijumpai adalah :
- Menu
- Ikon
- Shortcut
keinginan.
1. Menu
Menu merupakan kumpulan perintah yang sudah dikelompokkan berdasarkan fungsinya masing-masing.
Jenis perintah Menu ada tiga macam, yaitu :
a. Menu Pull Down
Menu Pull Down adalah : kumpulan menu yang berisikan perintah-perintah pada program aplikasi yang
sudah dikelompokkan, sehingga apabila salah satu menu diaktifkan maka di dalamnya ada perintah-perintah yang berkaitan dengan menu tersebut.
Menu Pull Down terletak di paling atas layar aplikasi. Dikatakan Pull Down karena apabila ingin mengaktifkan menu tersebut menggunakan keyboard, caranya tekan tombol Alt+huruf yang digaris bawah. Jika hal ini dilakukan maka akan muncul perintah atau submenu lain yang ada di bawahnya.
b. Menu Cascading
Menu cascading merupakan menu sekunder atau menu lanjutan yang muncul pada saat memilih bagian menu utama.
c. Menu Pop Up
Menu Pop Up merupakan menu yang muncul ketika kita menekan klik kanan 1 kali pada mouse. Cara menu ini lebih cepat daripada menu Pull Down dan menu cascading. Perubahan dari menu Pop Up bergantung pada letak dari indikator mouse diletakkan.
2. Ikon
Ikon merupakan perintah berbentuk gambar, yang dijalankan atau diaktifkan dengan cara klik 2 kali menggunakan mouse pada gambar tersebut. Ikon-ikon yang mempunyai fungsi berkaitan diletakkan dalam satu kelompok yang disebut Toolbars.
Untuk memunculkan Toolbars pada program aplikasi adalah dengan :
klik menu View - Toolbars - Customize.
Setelah muncul kotak dialog tersebut, aktifkan salah satu pilihan yang telah disediakan dengan cara beri tanda ceklist (v) pada kotak yang telah disediakan, maka toolbar akan ditampilkan pada program aplikasi. Apabila ingin menyembunyikan toolbar tersebut maka hilangkan tanda ceklist yang ada pada kotak tersebut.
3. Shortcut
Shortcut merupakan perintah yang dilakukan dengan menggunakan kombinasi tombol-tombol pada keyboard. Kombinasi tombol tersebut diantaranya menggunakan tombol Ctrl, Shift, Alt digabung dengan tombol yang lain.
Contoh perintah shortcut yang sering digunakan antara lain :
- Ctrl+N, berfungsi untuk membuat dokumen baru
- Ctrl+O, berfungsi untuk membuka dokumen yang pernah disimpan
- Ctrl+S, berfungsi untuk menyimpan dokumen
- Ctrl+P, berfungsi untuk mencetak dokumen
- Ctrl+X, berfungsi untuk memotong kata, kalimat atau gambar
- Ctrl+C, berfungsi untuk menggandakan kata, kalimat atau gambar
- Ctrl+V, berfungsi untuk memunculkan hasil penggandaan atau pemotongan
- Ctrl+A, berfungsi untuk memblok semua tulisan atau gambar
- Ctrl+Alt+Del, berfungsi untuk menampilkan task manager (hal ini dilakukan jika komputer dalam keadaan hang)
- Alt+F4, berfungsi untuk menutup program aplikasi yang sedang aktif
- F1, berfungsi untuk menampilkan menu bantuan
- F2, befungsi untuk mengubah teks di dalam sel pada Microsoft Excel
- Esc, berfungsi untuk membatalkan pelaksanaan perintah
- Shift+Del, berfungsi untuk menghapus file/data secara permanen akan benar-benar dihapus, tidak bisa dikembalikan dan tidak dapat ditemukan di recycle bin.
Cara Membuat Folder
Cara Membuat Folder
1. Bukalah sebuah Windows Explorer, yaitu dengan membuka My Computer- Dari Start, pilih Computer, atau
- Di desktop pilih computer
3. Kemudian Klik Kanan di Windows Explorer, lalu pilih New, lalu Folder
4. Pada saat Folder Dengan nama New Folder terblok ditandai dengan warna biru. Maka langsung ketik nama folder sesuai keinginan Anda
5. Tekan Enter pada keyboard maka Anda sudah membuat sebuah folder baru
Manajemen File
Pengertian dan Fungsi Manajemen File pada Sistem Operasi Komputer
Pengertian Manajemen File pada Sistem Operasi Komputer
Manajemen File atau sering disebut dengan file sistem pada sistem operasi merupakan sebuah metode yang digunakan oleh sistem operasi komputer untuk mengorganisasikan file-file yang terdapat pada disk. Dengan adanya manajemen file akan mengurasi tingkat hilangnya file pada sistem akibat kelalaian kita baik disengaja maupun tidak disengaja. Misalnya data terhapus secara tidak disengaja selain itu dengan adanya manajemen file atau file sistem memudahkan kita untuk melakukan pencarian data.
Selain itu dengan manajemen file memungkinkan pengguna untuk dapat melakukan manajemen file dengan baik dan benar sehingga dapat menhemat media penyimpanan data dengan cara melakukan penghapusan data secara berkala data-data yang tidak terpakai.
Manajemen File atau sering disebut dengan file sistem pada sistem operasi merupakan sebuah metode yang digunakan oleh sistem operasi komputer untuk mengorganisasikan file-file yang terdapat pada disk. Dengan adanya manajemen file akan mengurasi tingkat hilangnya file pada sistem akibat kelalaian kita baik disengaja maupun tidak disengaja. Misalnya data terhapus secara tidak disengaja selain itu dengan adanya manajemen file atau file sistem memudahkan kita untuk melakukan pencarian data.
Selain itu dengan manajemen file memungkinkan pengguna untuk dapat melakukan manajemen file dengan baik dan benar sehingga dapat menhemat media penyimpanan data dengan cara melakukan penghapusan data secara berkala data-data yang tidak terpakai.
Fungsi Manajemen File pada Sistem Operasi Komputer
Berikut adalah beberapa fungsi manajemen file pada sistem operasi:
Berikut adalah beberapa fungsi manajemen file pada sistem operasi:
- Pembuatan File, Memodifikasi File bahkan penghapusan file.
- Penggunaan file secara bersama
- Dapat digunakan untuk memback up dan merecovery data untuk mencegah terjadinya hilangnya data
- Informasi dan data dapat disimpan dengan baik dan aman
Sasaran Manajemen File pada Sistem Operasi Komputer
- Manajemen file bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dari manajemen data dari pengguna
- Untuk menjamin data yang terdapat pada file
- Optimasi kinerja sistem
- Menyediakan dukungan untuk sistem input dan output dari berbagai macam media penyimpanan
- Bertujuan meminimalisis kehilangan data atau rusaknya data
Arsitektur Manajemen File pada Sistem Operasi Komputer
- Sistem akses yaitu berkaitan dengan cara penyimpanan data pada file akses
- Manajemen FIle yaitu berkaitan dengan penyediaan ekanisme operasi pada file
- Manajemen ruang penyimpanan yaitu berkaitan dengan alokasi file di dalam media penyimpanan
- Mekanisme Integritas File yaitu jaminan informasi pada file
BIOS
BIOS
Pengertian BIOS
BIOS adalah singkatan dari Basic Input Output System, merupakan suatu software (ditulis dalam bahasa assembly) yang mengatur fungsi dasar dari perangkat keras (hardware) komputer. BIOS tertanam dalam sebuah chip memory (ROM ataupun Flash Memory berbahan Comlpimentari Metal Oxide Semiconductor (CMOS) yang terdapat pada motherboard.
Sebuah baterai yang biasa disebut sebagai baterai CMOS berfungsi untuk menjaga agar tanggal dan settingan lainnya yang telah kita set pada BIOS tidak hilang atau kembali ke konfigurasi awal meskipun komputer dimatikan.
Fungsi BIOS
Bios memiliki beberapa fungsi, yaitu :
- Menjalankan perintah Power On Self Test (POST)
- Mengatur konfigurasi dasar pada komputer
- Memberi informasi dasar pada komputer
- Memeriksa dan mengatur sejumlah hardware
Cara Kerja BIOS
Cara kerja BIOS adalah dimulai dengan proses inisialisasi, dimana dalam proses ini kita bisa melihat jumlah memory yang terinstall, jenis hardisk dan kapasitasnya dan sebagainya. BIOS kemudian akan mencari, menginisialisasi dan menampilkan informasi dari Graphics Card. Kemudian akan mengecek device ROM lain seperti hardisk dan kemudian melakukan pengetesan RAM yaitu memory count up test. Setelah semua test komponen berhasil dilakukan, BIOS kemudian akan mencari lokasi booting device dan Sistem Operasi.
Cara Akses BIOS
Untuk mengakses BIOS dapat kita lakukan dengan menekan tombol Del atau F2 pada keyboard pada saat pertama kali komputer dinyalakan. Akan terdapat tulisan "Press F2 to enter setup", maka langsung tekan tombol F2 secara berulang-ulang.
Menu BIOS
Main MenuPada main menu ini, kita dapat mengetahui versi BIOS yang digunakan, type dan kecepatan prosessor yang digunakan pada komputer, kecepatan memori, kapasitas memori, dan kita juga dapat mengatur bahasa dan waktu dengan submenu language, system time, dan system date.
- Language
Fungsinya untuk memilih bahasa yang digunakan oleh BIOS
- System Time
Fungsinya untuk melakukan setting waktu/jam menggunakan standar waktu militer (24 jam). Pada submenu ini kita harus mensetting waktu yang tepat untuk real time clock. Apabla kita salah mensetting real time clock hal ini dapat menimbulkan masalah pada program komputer kita.
- System Date
Fungsinya untuk melakukan setting tanggal/bulan/tahun sesuai dengan real time clock.
Advanced Menu
Menu ini digunakan untuk mengetahui informasi / mengatur sistem yang terpakai dalam komputer.
Pada menu ini terdapat beberapa sub menu, yaitu:
- PCI Configuration
Merupakan sebuah menu yang didalamnya terdapat berbagai susunan konfigurasi PCI secara spesifik.
Pada menu ini terdapat beberapa sub menu, yaitu:
- PCI Configuration
Merupakan sebuah menu yang didalamnya terdapat berbagai susunan konfigurasi PCI secara spesifik.
- PCI device, slot #1
- PCI device, slot #2
- PCI device, slot #3
- PCI device, slot #4
- PCI device, slot #5
- Boot Configuration
- Peripheral Configuration
- IDE Configuration
- Diskette Configuration- Event Log Configuration
- Video Configuration
- USB Configuration
- Chipset Configuration
- IDE Configuration
- Diskette Configuration- Event Log Configuration
- Video Configuration
- USB Configuration
- Chipset Configuration
Security Menu
Menu ini digunakan untuk mengatur keamanan sistem PC / laptop. Pada menu ini kita bisa memberikan password login ke OS kita maupun password untuk mengakses harddisk kita.
Pada menu ini terdapat 2 sub-menu:
- Set supervisor password
Fungsinya untuk memberi password dan mengakses full tanpa batas
- Set user password
Fungsinya untuk memberi password dengan akses terbatas
Pada menu ini terdapat 2 sub-menu:
- Set supervisor password
Fungsinya untuk memberi password dan mengakses full tanpa batas
- Set user password
Fungsinya untuk memberi password dengan akses terbatas
Power Menu
Menu ini digunakan untuk mengatur kinerja perangkat-perangkat sehingga memungkinkan untuk menghemat energi komputer.
Pada menu ini terdapat beberapa sub-menu:
- ACPI Fungsinya untuk mengatur power untuk komputer
- After Power Failure
Fungsinya untuk menentukan pilihan operasi jika daya yang hilang
- Wake On PCI PME
Fungsinya untuk menentukan tindakan yang diambil bila daya sistem dimatikan dan manajemen daya PCI mengaktifkan bangun peristiwa terjadi.
Pada menu ini terdapat beberapa sub-menu:
- ACPI Fungsinya untuk mengatur power untuk komputer
- After Power Failure
Fungsinya untuk menentukan pilihan operasi jika daya yang hilang
- Wake On PCI PME
Fungsinya untuk menentukan tindakan yang diambil bila daya sistem dimatikan dan manajemen daya PCI mengaktifkan bangun peristiwa terjadi.
Boot Menu
Menu ini digunakan untuk mengatur proses pada komputer dinyalakan.
Booting adalah proses perjalanan penyalaan komputer awal sampai pengambilalihan sistem operasi secara penuh terhadap perangkat.
Booting adalah proses perjalanan penyalaan komputer awal sampai pengambilalihan sistem operasi secara penuh terhadap perangkat.
Boot Priority adalah suatu cara yang dilakukan untuk menampilkan pilihan beberapa device yang terhubung ke komputer.
Exit Menu
Menu ini digunakan dari program BIOS:
- Exit Saving Changes
Digunakan untuk keluar dari sistem dan mensave konfigurasi kita pada CMOS
- Exit Discarding Changes
Digunakan untuk keluar dari sistem tetapi tanpa menyimpan setup data pada CMOS
- Load Setup Defaults
Mengisi / merubah semua menu yang ada pada setup item
- Discard Changes
Mengisi / merubah nilai / menu sebelumnya dari CMOS untuk semua setup item
- Save Changes
Menyimpan setup data pada CMOS atau dengan menekan tombol keyboard F10
- Exit Saving Changes
Digunakan untuk keluar dari sistem dan mensave konfigurasi kita pada CMOS
- Exit Discarding Changes
Digunakan untuk keluar dari sistem tetapi tanpa menyimpan setup data pada CMOS
- Load Setup Defaults
Mengisi / merubah semua menu yang ada pada setup item
- Discard Changes
Mengisi / merubah nilai / menu sebelumnya dari CMOS untuk semua setup item
- Save Changes
Menyimpan setup data pada CMOS atau dengan menekan tombol keyboard F10
Install Ulang Sistem Operasi Windows 7
Penginstallan
ulang pada sistem operasi biasanya dilakukan karena di dalam komputer
belum terinstall sistem operasi atau karena komputer terkena virus yang
parah dan mengakibatkan sebuah atau beberapa program pada komputer tidak
bekerja. Berikut adalah persiapan dan tahapan-tahapan yang perlu
dilakukan untuk menginstall ulang sistem operasi Windows 7.
- Pindahkan data-data penting yang dimiliki ke harddisk kosong.
- Siapkan DVD Windows 7 dan DVD ROM.
- Pastikan komputer/laptop tidak akan kehabisan daya pada saat menginstall nanti. Disarankan agar laptop tetap dalam keadaan di-charge.
- Restart komputer/laptop.
- Masuk ke menu BIOS dengan cara menekan tombol Del atau F2 secara berulang.
- Setelah berhasil masuk ke menu BIOS, pilih menu Boot.
- Agar bisa melakukan booting dari CD/DVD, tempatkan CD-ROM Drive ke urutan teratas (lihat fungsi menu Boot).
- Jangan lupa masukkan DVD Windows 7 pada DVD ROM.
- Keluarlah dari menu BIOS dengan cara memilih menu Exit dan memilih sub menu Exit Saving Changes atau tekan saja tombol F10 agar lebih praktis.
- Setelah melakukan konfigurasi pada BIOS, komputer/laptop akan restart dengan sendirinya.
- Tekan tombol apa saja setelah ada tulisan "Press any key to boot from CD or DVD..." muncul.
- Berikutnya akan tampil menu pengisian "Language to install", "Time and currency format", dan "Keyboad or input method". Disarankan untuk mengganti "Time and currency format"-nya saja.
- Klik "Next" di pojok kanan bawah menu.
- Untuk mulai menginstall Windows 7, klik "Install now".
- Centanglah menu "I accept the license terms", kemudian klik "Next".
- Selanjutnya akan ada 2 pilihan, yaitu "Upgrade" dan "Custom (advanced)". Pilihlah menu "Custom (advanced)".
- Jika ingin melakukan install ulang, downgrade maupun upgrade sistem operasi windows sekaligus ingin data-data pada partisi lain tidak hilang, cukup delete "Disk 0r Partition 2 (partisi C:)" dan "Disk 0r Partition 1 : System Reserved", nanti secara otomatis kedua partisi yang dihapus menjadi "Unlocated Space".
- Buat partisi baru lagi, dan secara otomotis partisi tersebut menjadi "Disk 0r Partition 2".
- Pilih "Drive options (advanced) > New".
- Tentukan urutan partisi/drive. Pilih "Apply" jika sudah selesai.
- Klik "Ok" untuk pembuatan "system files windows" atau yang biasa disebut "system reserved partition".
- Buatlah partisi lain dengan cara yang sama seperti langkah ke-19 dan 20. Jumlah partisi yang dibuat tergantung keinginan masing-masing.
- Pilihlah "Disk 0r Partition 2" menjadi tempat menginstall Windows 7, kemudian klik "Next".
- Kemudian proses menginstall Windows 7 akan berlangsung. Biasanya membutuhkan waktu lebih dari 20 menit dan komputer/laptop akan restart sendiri beberapa kali.
- Jangan pernah menekan tombol apapun pada keyboard selama proses menginstall berlangsung, karena dapat menyebabkan proses menginstall mengulang dari awal.
- Tahap berikutnya, masukkan nama pengguna dan nama komputer, kemudian klik "Next".
- Lalu, buatlah password untuk akun Windows (disarankan). Isi password hint dengan kata atau kalimat yang akan membantu untuk mengingat password tersebut apabila sewaktu-waktu lupa dengan password tersebut, kemudian klik "Next".
- Masukkan product key Windows 7, kemudian klik "Next".
- Untuk "Windows Update", pilihlah "Use recommended settings". Namun apabila DVD Windows 7 yang dimiliki tidak original, sangat disarankan untuk memilih "Ask me Later".
- Untuk "Time zone", pilih waktu sesuai daerah tempat tinggal.
- Selanjutnya, pilihlah "Public Network" saat menentukan lokasi jaringan.
- Masukkan password terlebih dahulu apabila telah membuat password, lalu tekan tombol "Enter".
- Proses menginstall Windows 7 telah selesai.
Langganan:
Postingan (Atom)



















